Ali Harsojo

Saya adalah pribadi yang sangat sederhana dilahirkan di kota kecil Sumenep, Madura. Suka berkolaborasi dan bersinergi. Selalu ingin mencari tahu setiap ilmu yan...

Selengkapnya
Bahagia Bersama Keluarga

Bahagia Bersama Keluarga

Bahagia Bersama Keluarga

Oleh: Audhya Khezia Felinda

Siswa Kelas V SD

"Orang Yang Sukses Tidak Selalu Orang Yang Pintar, Tetapi Orang Yang Sukses Adalah Orang Yang Gigih Dan Pantang Menyerah", Khezia.

Hatiku berbahagia sekali. Liburan raya Idul Fitripun tiba. Pada saat hari raya itu, aku dan papa pergi ke masjid untuk salat Idul Fitri (Ied). Sementara itu, tanteku berada di rumah bersama mama dan adik.kami berpamitan untuk pergi ke masjid.

Ketika tiba di masjid, aku melihat banyak orang yang sudah datang. Jadi,aku tidak kebagian tempat bagian dalam masjid. Akhirnya aku dan papaku salat di bagian luar masjid. Setelah menunaikan ibadah salat Idul Fitri (Ied), aku mendengarkan ceramah ustad. Semua jamaah salat Ied mendengarkan dengan khusuk.

Setelah ceramah ustad selesai, kamipun pulang. Aku bersama papa pulang ke rumah. Sebab, jarak antara rumahku dengan masjid tidak terlalu jauh. Cukup dekat dan bias dilalui dengan jalan kaki saja.

Begitu tiba di rumah, aku segera membuka mukenahku dan melipatnya dengan rapi. Lalu, aku memasukkan mukenahku ke dalam tas. Mama juga mengemas baju-bajunya dan barang-barang ke dalam tas. Selesai mengemas semuanya, tas-tas yang diisikan baju-baju itu di masukkan kedalam mobil. Rupanya kami akan bersilaturrahmi. Mengendarai mobil yang dikemudikan papaku. Aku dan adikku membawa bantal dan guling. Papaku siap sedia mengemudikan mobilnya. Bahagia sekali keluarga kami dapat merasakan lebaran tahun ini.

Kami menuju ke rumah orang tua (mbahku) dari mama. Sampai disana, aku dan keluargaku bersalaman dan mengucapkan "Mohon maaf lahir dan batin" kepada saudara-saudara mama. Tampak sekali keakraban keluarga besar kami. Semuanya dalam kebahagiaan. Tersenyum, bahkan tertawapun menambah kehangatan perjumpaan silaturrahmi keluarga kami.

Selesai dari rumah orang tua (mbah) dari mama, aku dan keluargakupun langsung berangkat menuju rumah oranmg tua papaku di Jawa. Di dalam mobil, aku dan adikku bercanda ria dan bernyanyi. Aku dan adikku kelelahan bermanja ria, akhirnya adikku tertidur. Jadi, aku bermain sendiri dengan HPku. Akupun tertidur. Seingatku, aku tertidur dari daerah kota Pamekasan sampai daerah melewati kota Sampang.

Kesempatan yang kutunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Kami tiba di jembatan Suramadu, setelah kurang lebih 4 jam perjalanan dari kota kecilku, Sumenep.

Di jalur jembatan Suramadu itulah, aku melihat banyak kendaraan hilir mudik. Ada yang menuju arah kota Surabaya dan sebaliknya. Tak sedikit pula, orang yang pulang kampung. Di sana aku juga melihat ada yang mengendarai mobil dan sepeda motor. Jarak jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura cukup jauh, sekita 5 kilometer.

Tidak terasa sekarang aku sudah berada di kota Surabaya yang biasa di juluki kota Pahlawan. Aku melihat banyak gedung-gedung yang tinggi menjulang ke langit biru. Banyak pekerja kantoran, juga karyawan di hotel yang selalu bekerja setiap harui. Surabaya juga kota yang tak pernah sepi. Sebab banyak mall atau swalayan-swalayan besar yang ramai didatangi pengunjung. Baik berbelanja ataupun sekadar jalan-jalan. Di mall juga banyak penjual yang menjual baju, tas, dan lain-lain.

Begitu kami melewati kota kota Surabaya aku tidur kembali. Menikmati kantukku yang terus menghinggapiku. Pulas rasanya tidur di mobil. Sejuk dengan nyala AC.

Malam hari tak terasa telah tiba, aku bangun dari tidurku setelah lelap dalam mimpi selama perjalanan. Ternyata aku sudah sampai di tempat tinggal saudara papaku, kota Bojonegoro. Papaku anak pertama dari tiga bersaudara. Di Kecamatan Kapas, aku melihat di sebelah kiri ada rel kereta api. Banyak mobil yang berhenti, juga sepeda motor. Asyiknya melihat kereta api yang melintas di rel yang lurus. Kebetulan, mobilku memang berhenti karena ada kereta api melintas.

Aku tiba di rumah om (saudara papa yang ke-2) pukul 22.13 WIB. Aku belum tidur. Papaku memarkir mobil di depan ruman omku. Semua tas dan barang-barang yang ada di mobil dikeluarkan dan dipindahkan ke dalam kamar rumah om. Om menggendong anak ke-2nya.Anak ke-2 om berjenis kelamin perempuan sama sepertiku.Selesai memindahkan tas dan barang-barang,mama menyuruhku untuk mandi.

Malam yang berbahagia. Keluargaku berkumpul di ruang tamu untuk menyantap rujak yang lezat. Tante yang menjadi koki rujak itu. Tidak kusangka, Tante mahir juga mengupas kulit timun dan buah lainnya. Papaku kelelahan. Tidak ikut nibrung makan rujak meriah itu. Papa tidur dengan pulas. Adik dan adik sepupuku, bermain dan menonton televise di ruang tengah.

Ketika semua berada di kamar, aku pun juga berada di ruang itu,bermain handphone. Rupanya mama juga beranjak ingin istirahat setelah seharian dalam perjalanan.

"Bak,awas,kata orang-orang sini,ditempat parkiran mobil itu katanya angker", kata Tanteku kepada Mama.

"Biarlah, tenagn aja", jawab Mamaku santai.

Aku mendengar percakapan mereka berdua. Akupun tersenyum tipis.

Rupanya udara malam di kamar itu dingin, sejuk sekali. Rasanya menusuk tulang-tulangku. Hampir saja menggigil kedinginan. Aku tertidur, saat aku sedang bermain handphone. Kecapekan.

Keesokan harinya, aku bangun pukul 05.16 pagi hari yang tenang. Ternyata,tante belum bangun. Aku bergegas menunaikan ibadah salat subuh, setelah mandi dan berwudlu. Barulah kulihat tante bangun dari tidurnya. Adik sepupuku keluar dari kamarnya dan pergi ke ruang tamu untuk menonton televise. Serasa bebas kalau liburan. Dan adikku pun juga ke ruang tamu. Akupun menyusul mereka berdua. Waktunya sarapan. Mama membawa sepiring nasi dengan lauk pauknya. Mama menyuapi adik, adik sepupuku,dan aku. Agak malu deh, aku disuapi mama..hehehehe.

Hari Jum'at telah tiba. Sebelum adzan dzuhur, semua laki-laki (bagi yang muslim) harus pergi ke masjid untuk shalat Jum'at. Termasuk papaku. Sekitar 1 jam kemudian barulah aku menunaikan salat dzuhur. Setelah itu aku bermain handphone. Bermain game atau menonton you tube.

Hari itu, kami akan melanjutkan perjalanan menuju kota lain. Mama memasukkan kembali tas dan barang-barang ke dalam mobil. Aku dan keluargaku harus pergi ke kota Mojokerto. Kota penuh sejarah. Sebab di Mojokerto terdapat sisa bangunan pertanda pernah adanya kerajaan Majapahit.

Selama dalam perjalanan, aku bermain bersama adik dan adik sepupuku. Bersenda gurau. Ketika mulai memasuki daerah pedesaan, di wilayah Kabupaten Mojokerto, aku melihat banyak sawah yang hijau. Di ujung sana terlihat beberapa gunung. Udaranya dingin, sejuk, dan terasa nyaman sekali. Pada pukul 17.42 saat maghrib, kami tiba di rumah mbah buyutku. Aku segera mandi dan berganti pakaian. Kulaksanakan salat magrib. Setelah salat maghrib, aku menonton telvisi bersama papa, Acho atau kakek,dan tante. Mama menyiapkan makanan untuk kami semua.

Keesokan harinya, papa mengajakku ke tempat pemandian atau kolam renang sebagai wahana air dan bersenang-senang bermain bersama keluarga. Saat itu aku masih tidur, dan aku dibangunkan papa. Adik dan adik sepupuku mandi terlebih dahulu. Setelah itu aku mandi dan mengenakan baju santai. Aku tidak memiliki baju khusus renang. Jadi,aku memakai baju biasa yang santai. Saat sampai ditempat kolam renang, aku senang sekali. Ternyata, di sana ada kolam renang yang bagian bawah dan bagian atas. Aku memelih kolam renang yang di bawah yaitu yang bernama Parimas Waterpark Mojokerto....asyik sekali. Sangat menyenangkan. Sesekali aku bermain air dan berenang. Tetapi aku lebih banyak belajar renang di tepi kolam renang itu.

Untuk masuk ke area itu, harus membeli tiket terlebih dahulu. Barulah nanti diberi gelang sebagai tanda jika sudah membeli tiket. Setelah itu boleh masuk ke area dalam tempat wisata itu. Di sana juga banyak pengunjung yang sedang berlibur. Ramai sekali.

Aku mencoba wahana lain yang cukup menegangkan. Plosotan. Aku bermain prosotan itu bersama adik, adik sepupu, dan papaku. Tak lupa permainan itu direkam oleh Tanteku. .Beberapa kali aku mencoba prosotan itu. Aku senang sekali. Setelah bermain prosotan, papa mengajakku ke kolam renang dewasa. Bagiku kolam renang dewasa cukup membuatku kawatir. Takut kedalaman. Tetapi ternyata, juga tidak terlalu dalam. Aku belajar berenang bersama papaku.

Setelah itu,aku bermain kejar-kejaran bersama adik dan adik sepupuku. Permainan kami seru sekali. Tak terasa permainan itu kami lakukan cukup lama. Sambil menikmati keindahan area itu.

Setelah puas menikmati dan bermain di area itu, termasuk berenang, aku mandi di kamar mandi khusus dengan air yang jernih dan segar. Terasa dingin dan sejuk. Sepertinya ingin berlama-lama di sana dan ingin sekali berenang di sana sekali lagi.Tapi hari sudah siang. Waktunya untuk pulang sudah tiba. Aku pulang bersama keluargaku dengan membawa pengalaman indah yang tak akan kulupakan. Sangat menyenangkan.

Bagaimana dengan liburanmu?

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Hebat pokoknya

10 Nov
Balas
search