Ali Harsojo

Saya adalah pribadi yang sangat sederhana dilahirkan di kota kecil Sumenep, Madura. Suka berkolaborasi dan bersinergi. Selalu ingin mencari tahu setiap ilmu yan...

Selengkapnya
Perhatian Orang Tua, Satu Takaran Menghadapi Kenakalan Remaja

Perhatian Orang Tua, Satu Takaran Menghadapi Kenakalan Remaja

Anak seusia siswa sekolah menengah identik dengan dunia remaja, mempunyai tingkat perkembangan kepribadian dan sosial yang berada pada masa transisi. Masa peralihan antara dunia anak dengan dunia dewasa (Desmita, 2011:39). Menurut Kartini Kartono (Walgito, 1990:35) dijelaskan bahwa masa remaja adalah masa penghubung atau peralihan masa kanak-kanak menuju ke masa dewasa.

Masa remaja menghadapi beberapa aspek utama perkembangan kejiwaan yaitu berkaitan dengan status sosial dan keragaman kemampuan kognisi yang dapat mempengaruhi stabilitas keprbadiannya. Sehingga pencarian jati diri merupakan hal paling menonjol pada masa ini.

Pada saat ini, bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai persoalan yang berat dan kompleks. Terlebih lagi disinyalir dekadensi moral anak bangsa telah mendera remaja, baik di pedesaan, apalagi di perkotaan.

Krisis nilai dan moral yang seharusnya menjadi hal mendasar dalam menanamkan karakter positif menjadi ancaman serius yang harus mendapatkan perhatian khusus. Keadaan ini akan mempengaruhi perkembangan berpikir, bahasa, emosi dan sosial remaja (Desmita, 2011:40).

Peran Orang Tua

Pengertian keluarga adalah satuan terkecil dari kelompok masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Tiap komponen keluarga mempunyai fungsi tertentu.

Peran ayah:

Pemimpin keluarga sebagai dasar identifikasi.

Penghubung dengan dunia luar.

Pelindung terhadap ancaman dari luar.

Pendidik dalam keluarga dari aspek rasional

Peran Ibu :

Sumber kasih sayang.

Tempat mencurahkan isi hati.

Pengatur kehidupan rumah tangga.

Pembimbing kehidupan rumah tangga.

Pendidik dari aspek emosional.

Penyimpan tradisi (Walgito, 1990:57).

Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja ialah kelainan tingkah laku, perbuatan atau tindakan remaja yang bersifat asosial bahkan anti sosial yang melanggar norma-norma sosial, agama serta ketentuan hukum yang berlaku dalam masyarakat (Sofyan, 2010:89).

Bentuk-bentuk kenakalan remaja adalah sebagai berikut :

Perilaku ugal-ugalan, urakan yang mengacaukan masyarakat sekitarnya

Perkelahian antar geng, kelompok, sekolah, suku sehingga kadang membawa korban jiwa dan harta.

Membolos sekolah lalu bergelandangan sepanjang jalan atau sembunyi di tempat-tempat yang terpencil yang mengarah kepada perbuatan kedurjanaan dan tindak asusila.

Kriminalitas anak remaja seperti mengancam, memeras, mencuri, menjambret dan sebagainya.

Minum-minuman keras dan seks bebas.

Terlibat Narkoba

Tindak-tindak immoral seksuil

Perjudian

Jadi bentuk atau jenis kenakalan remaja dalam arti luas meliputi 3 jenis yaitu :

Kenakalan yang tergolong pelanggaran hukum, baik perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan kaidah-kaidah hukum tertulis yang terdapat dalam kitab undang-undang pidana di luar kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Kenakalan yang tidak tergolong delik pidana umum maupun pidana khusus yaitu kenakalan yang bersifat a-moral dan a-sosial.

Kenakalan yang tergolong pelanggaran norma-norma agama (Kartini, 2010:47).

Upaya menanggulangi terhadap terjadinya kenakalan remaja, baik penanggulangan secara preventif maupun secara represif, antara lain: (Sofyan, 2010:128).

Penanggulangan secara Preventif

Yaitu suatu usaha untuk menghindari kenakalan, jauh sebelum kenakalan itu terjadi dan terlaksana atau agar kenakalan itu tidak terjadi. Usaha menciptakan suasana lingkungan (keluarga, sekolah dan masyarakat) yang harmonis.

Penanggulangan secara Represif

Yaitu usaha atau tindakan untuk menindak dan menahan kenakalan remaja sedini mungkin atau menghalangi peristiwa yang lebih hebat. Usaha ini dapat di wujudkan dengan jalan mengadakan tindakan atau hukuman kepada anak remaja terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan.

Penanggulangan secara Kuratif

Yaitu usaha untuk menyembuhkan atau memperbaiki apabila kenakalan remaja itu sudah terjadi atau bisa dikatakan kenakalan itu sudah melebihi batas. Usaha ini dapat diwujudkan dengan melakukan pendekatan kepada orang tua atau wali remaja.

Pentingnya Perhatian Orang Tua

Masa kritis remaja diwarnai oleh konflik-konflik internal, pemikiran kritis, perasaan mudah tersinggung, cita-cita dan kemauan yang tinggi tetapi sulit direalisasikan sehingga berdampak putus asa.

Keluarga bertanggung jawab terhadap pembentukan kepribadian anaknya, terutama masa remaja. Keluarga mempunyai Peran yang besar dan vital dalam mempengaruhi kehidupan seorang anak, terutama pada tahap awal maupun tahap kritisnya.

Orang tua yang gagal memberikan cinta dan kasih sayang serta perhatian kepada anaknya, maka akan memupuk kebencian, rasa tidak aman, frustasi serta pemberontakan psikis anaknya dan sering terjadi tindak kekerasan yang terjadi.

Sebaliknya, apabila orang tua mampu menciptakan suasana dalam keluarga yang harmonis, memberi rasa aman, kasih sayang dan perhatian yang cukup, maka akan tercipta kondisi psikis anak yang relatif stabil, terkendali dan terarah. Sehingga kemungkinan terjadi kenakalan remaja relatif kecil. Apalagi diperkuat dengan siraman rohani keagamaan untuk memperkokoh kecerdasan spiritual, emosional dan kematangan kepribadian anak. Maka perhatian orang tua menjadi keniscayaan untuk diwujudkan dengan sepenuh hati.

DAFTAR RUJUKAN

Bimo Walgito. 1990. Kenakalan Remaja (anak), Bandung . Yayasan Penerbitan GajahMada F.Psikologi PT Karya Nusantara

Desmita. 2011. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya Offset

Kartini Kartono. 2010. Kenakalan Remaja. Jakarta : PT. Grafindo Persada

Sofyan. 2010. Remaja dan Masalahny. Bandung : Alfabeta

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali