Ali Harsojo

Saya adalah pribadi yang sangat sederhana dilahirkan di kota kecil Sumenep, Madura. Suka berkolaborasi dan bersinergi. Selalu ingin mencari tahu setiap ilmu yan...

Selengkapnya
Peran Keluarga dengan Pola Asuh Demokratis dalam Mendukung Prestas Belajar Anak   

Peran Keluarga dengan Pola Asuh Demokratis dalam Mendukung Prestas Belajar Anak  

Salah satu dari tri pusat pendidikan yang paling dekat dengan anak adalah pendidikan keluarga. Keluarga merupakan satuan organisasi terkecil di masyarakat yang bersentuhan langsung dengan anggotanya. Orang tua seharusnya dapat mengenal karakter dan kepribadian anaknya. Pertanyaannya adalah mengapa masih banyak terjadi beberapa anak memiliki karakter, kepribadian, kecerdasan intelegensi, spiritual dan emosional yang relatif rendah? Mengapa demikian? Salah siapakah peristiwa itu?

Tulisan ini tidak akan membahas persoalan siapakah yang salah atau benar. Penulis menawarkan solusi alternatif peran orang tua dengan pola asuh demokratis dalam upaya mendukung membentuk multi kecerdasan anak, terutama terkait dengan dunia pendidikan anak. Prestasi belajar merupakan salah satu indikator anak tersebut memiliki kecerdasan intelegensi yang memadai.

Pola asuh orang tua dalam keluarga adalah pola perilaku yang diterapkan orang tua kepada anaknya dan bersifat relatif konsisten seiring dengan berjalannnya waktu. Pola perilaku ini dapat dirasakan oleh anak, baik pola asuh yang bersifat positif maupun negatif. Maka kondisi psikologis dan kematangan berpikir serta bertindak dari orang tua dapat mempengaruhi pola asuh ini, sekaligus dapat menentukan peran keluarga dalam mendidik anak.

Orang tua dapat memahami pola asuh yang diterapkan kepada anaknya. Setiap pola asuh dapat melahirkan dampak yang berbeda terhadap anak. (Dr. Paul Hauck : 47-58) menggolongkan pengelolaan anak ke dalam empat macam pola, yaitu :

Kasar dan tegas

Baik hati dan tidak tegas

Kasar dan tidak tegas

Baik hati dan tegas

Ahmadi, Abu mengemukakan bahwa, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fels Research Institute, corak hubungan orang tua dan anak sangat menentukan proses sosialisasi anak di masyarakat (Ahmadi, Abu:180). Hubungan ini dapat dibedakan menjadi tiga pola, yaitu :

Pola menerima-menolak.

Pola memiliki-melepaskan.

Pola otokrasi - demokrasi

Pola Otokrasi

Pola otokrasi berarti orang tua bertindak sebagai diktator terhadap anak. Pola otoriter ini sangat berdampak terhadap psikis anak. Adapun ciri-ciri dari pola asuh otoriter adalah sebagai berikut :

Anak harus mematuhi peraturan-peraturan dan kebijakan orang tua dan tidak boleh membantah dan tidak boleh melanggar.

Orang tua cenderung mencari kesalahan dan pelanggaran anak dan kemudian menghukumnya.

Orang tua cenderung memberikan perintah dan larangan kepada anak. Kadangkala dilakukan pada waktu yang kurang tepat.

Jika terdapat perbedaan pendapat antara orang tua dan anak, maka anak dianggap pembangkang dan orang tua merasa benar sendiri.

Orang tua cenderung memaksakan disiplin kaku.

Orang tua cenderung memaksakan segala sesuatu untuk anak dan anak hanya sebagai pelaksana.

Tidak ada komunikasi antara orang tua dan anak yang nyaman.

(Ahmadi, Abu:180).

Pola Demokratis

Pola yang didasarkan atas taraf partisipasi anak dalam menentukan kebijakan dalam keluarga. Menurut Utami Munandar, Pola asuh demokratis adalah cara mendidik anak, di mana orang tua menentukan peraturan-peraturan tetapi dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan anak.

Peran Orang Tua dalam Pola Asuh Demokratis

Pembimbing dan Pengarah. Peran orang tua sebagai pembimbing dan pengarah sangat dirasakan dan dibutuhkan dalam penerapan pola ini.

Pengontrol. Orang tua dapat mengontrol perilaku anaknya dengan relatif efektif.

Pendorong. Orang tua secara demokratis dapat mendorong anaknya melakukan sesuatu yang terbaik.

Adapun ciri-ciri pola asuh demokratis adalah sebagai berikut :

Menentukan peraturan dan disiplin dengan memperhatikan dan mempertimbangkan alasan-alasan yang dapat diterima, dipahami dan dimengerti oleh anak.

Memberikan pengarahan tentang perbuatan baik yang perlu dipertahankan dan yang tidak baik agar di tinggalkan.

Memberikan bimbingan dengan penuh pengertian.

Dapat menciptakan keharmonisan dalam keluarga.

Dapat menciptakan suasana komunikatif antara orang tua dan anak serta sesama keluarga.

(Ahmadi, Abu:180).

Peran Keluarga dengan Pola Demokratis dalam upaya mendukukng prestasi belajar anak.

Menurut Benjamin S. Bloom, sebagaimana yang dikutip oleh Abu Muhammad Ibnu Abdullah (2008), bahwa prestasi belajar atau hasil belajar diklasifikasikan ke dalam tiga ranah yaitu: 1) ranah kognitif; 2) ranah afektif; dan 3) ranah psikomotor.

Dalam hubungannya dengan prestasi belajar tersebut lingkungan keluarga merupakan media pertama dan utama dengan perannya secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap karakter, kepribadian dan prestasi belajar anak.

Secara demokratis orang tua dapat memberikan dorongan kepada anak untuk terus memacu belajarnya dan mencapai prestasi yang gemilang. Orang tua dalam keluarga juga berperan penting dalam pencapaian prestasi belajar anak. Orang tua berkewajiban mewujudkan hal tersebut untuk tetap terjaganya kondusifitas dalam keluarga dan kenyamanan anggota keluarga dalam berinteraksi.

.

Daftar Pustaka

Achmad, Abu Bakar. Pengertian Prestasi. http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2113965-pengertian-prestasi/ diakses pada tanggal 28 Januari 2012

Ahmadi, Abu. (2007). Sosiologi Tempat Interaksi Antara Person dan Group. (Jakarta : PT Asdi Mahasatwa, h.108)

Hauck Paul. (1989). Anggapan Keliru tentang Pengelolahan anak. (Jakarta : Arcan, h.17)

Ahmadi Abu. (2007). Sosiologi Pendidikan. (Jakarta : Rineka Cipta, 228)

Hauck Paul. (1993). Psikologi Populer, Mendidik Anak dengan Berhasil. (Jakarta : Arcan, h. 47-58)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali